Bismillah Ar-Rahmaan Ar-Rahiim

Sunday, December 11, 2011

Cerita Bersama Anak Didik: "Ajakan Melatih Diri Untuk Mulai Menabung"

Salam

Sabtu pagi saat saya sedang mengajar peserta didik, saya sempat menanyakan kepada mereka mengenai uang jajan mereka biasanya untuk apa saja. Diantara mereka ada yang menjawab dibelanjakan semua di sekolah, dan hampir rata-rata semuanya dihabiskan untuk jajan. Contoh saja murid saya bernama Iqbal, dia diberi uang jajan 6 ribu rupiah untuk jajan di madrasah dan di sekolah formal. Semuanya habis dalam sehari untuk jajan beli makanan. Lain lagi cerita murid saya bernama Sony, dia diberikan uang jajan sehari antara 3 ribu sampai 5 ribu rupiah sehari yang biasanya habis juga untuk jajan di sekolah. Kalau murid saya yang bernama Cahyo dapat uang jajan 5 ribu dalam sehari, juga habis untuk jajan di sekolah. Kalau yang satu lagi bernama Yusuf, uang jajannya paling kecil dari teman-temannya yang lain, hanya seribu rupiah sehari. Terkadang jika ibunya tidak ada uang, ia hanya diberikan uang jajan 5 ratus rupiah saja.


Saya mencoba mengajak mereka untuk membiasakan diri mulai menabung. Paling tidak dengan membeli celengan berbentuk tabung yang terbuat dari plastik yang banyak di jual di warung seharga 1500 rupiah, mereka mulai melatih diri untuk menabung. Saya ingin mengajarkan kepada mereka untuk mulai memiliki cita-cita (mimpi) terhadap apa yang mereka perbuat dari apa yang mereka dapatkan hari ini dan hari-hari berikutnya. Saya coba ilustrasikan kepada mereka; jika dalam sehari mereka bisa menabung 500 rupiah, maka dalam waktu 1 bulan minimal mereka bisa menabung 15 ribu rupiah, dalam 1 tahun paling tidak mereka bisa mendapatkan uang tabungan sejumlah 180 ribu rupiah. Ini hanya contoh saja kata saya, apa lagi jika bisa menabung 1000 rupiah dalam sehari. Di akhir tahun mereka bisa membeli sepatu yang memang bisa bermanfa'at untuk ke sekolah dan olah raga, atau mereka menabung untuk seterusnya tanpa membuka tabungan yang sudah penuh. Saya mengajarkan kepada mereka untuk dapat merasakan apa yang telah mereka perjuangkan seperti melatih diri untuk menabung uang jajan yang diberikan oleh orang tua mereka.


Jawaban mereka saat itu begitu bersemangat dalam menceritakan keinginannya. Contoh saja Iqbal, dia ingin sekali menabung, dan ingin membeli sesuatu. Tapi dia mengeluhkan atas apa yang ia lakukan dalam menabung, kata Iqbal "Uang celengan saya malah suka di korek-korek sama bapak om, jadinya kepakai terus". Apa lagi Sony, ia mengatakan begini kepada saya, "Uang di celengan saya malah di ambilin sama mama pakai lidi, jadinya ya kepakai lagi ga tahu buat apaan, kadang kalau lagi ga ada uang, uang celengan saya di ambilin deh buat belanja di rumah. Padahal pengen beliin Handphone buat mama". Kalau Yusuf lain lagi ceritanya, kata dia "Om, kadang kalau uang udah di tabung sampai 25 ribu rupiah, pas lagi ga dapat uang jajan dar emak, ya terpaksa Yusuf ambil deh uang yang udah di tabung, lama-lama habis juga deh. Padahal yusuf pengen nabung." Yusuf yang biasa menyimpan uang tabungannya di selipan kursi kulit di rumahnya :) . Kalau Cahyo hanya mengatakan "Saya jarang nabung Om, jadinya ga punya tabungan.".


Lalu saya katakan kepada mereka "Waduh, repot juga ya." Sampai saya menyarankan kepada mereka untuk menyimpan celengan mereka di tempat yang aman. Dan rencana untuk menabung ini akan terus saya ingatkan kepada mereka untuk gemar menabung. Berharap orang tua mereka juga mengerti atas apa yang mereka usahakan untuk menabung uang jajan hariannya hingga suatu saat mereka dapat mewujudkan mimpi mereka atas apa yang mereka perjuangkan. Saya menyarankan kepada mereka, bahwa uang tabungan di celengan itu nantinya bisa mereka pergunakan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan mereka, intinya untuk hal yang bermanfa'at.

Semoga para orang tua mendukung cita-cita anak mereka dalam membiasakan diri untuk mulai menabung, sebagai suatu langkah untuk membentuk kemandirian pada diri anak atas apa yang mereka coba usahakan dengan proses perjuangan yang panjang.

Begitu juga tentunya dengan penulis, yang mulai membiasakan diri menabung untuk sesuatu yang bermanfa'at dimasa depan nanti.

Salam

Terima kasih

Jakarta, 11 Desember 2011



No comments:

Post a Comment

Post a Comment