Bismillah Ar-Rahmaan Ar-Rahiim

Monday, November 12, 2012

Belajar Lagi....dan Terus Belajar....



Salam...


Belajar menjadi menarik untuk diperbincangkan, ketika belajar itu menjadi suatu kebutuhan yang mendesak (bagi sebagian orang). Ketika sudah dekat waktunya, maka barulah kita sibuk mempersiapkannya. Apapun itu; tugas kuliah, tugas sekolah, tugas kantor, pelatihan, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan yang namanya belajar.


Manusia (termasuk penulis) cukup sering melakukan hal-hal seperti ini, selalu memaksakan diri berpacu dengan waktu, padahal sebelumnya begitu banyak waktu yang bisa digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan/tugas yang kita emban. Tapi memang, kondisi serba terburu-buru terkadang punya kesan dan kepuasan tersendiri. Namun penuh dengan resiko tentunya.


Dari pengalaman kita semua, tentu ada pelajaran positif yang bisa kita ambil untuk masa depan yang lebih baik. Jangan pernah berhenti belajar, dan teruslah belajar. Agar kita mendapatkan apa yang kita cita-citakan dengan cara yang baik dan benar


Jangan pernah berhenti pada satu tingkatan atau jenjang pendidikan, karena pendidikan tidak pernah mengenal batas waktu  selama Tuhan masih memberikan kita kesempatan untuk menguasai Ilmu-Nya.



Salam...


Jakarta, 12 November 2012



Thursday, November 8, 2012

Perbandingan Waktu Ujian dengan Tingkat Kesulitan & Jumlah Soal



Salam...


Jadi ingat lagi waktu UMPTN & SPMB, 100 % soal di ujikan tidak/belum ada yang dapat mengerjakan 100% benar semuanya dari seluruh soal yang di ujikan.

Pengalaman ikut UTS Trigonometri, 5 soal dengan sub-sub soalnya yang banyak dengan waktu 90 menit. Maka tiap soal setidaknya dapat diselesaikan dalam waktu 18 menit. Tapi, pada kenyataannya tidaklah semudah yang diperhitungkan. kalau di total semuanya 19 soal yang artinya tiap  soal wajib diselesaikan dalam waktu kurang lebih 4 menit dan 45 detik.

Belum lagi tingkat kesulitan soal, juga menjadi perhitungan penting. Yang pada akhirnya jika tidak bisa dikerjakan maka soal tersebut tidak akan mendapatkan nilai.

Sepertinya kita sebagai mahasiswa nih yang harus lebih serius belajar; mau buka buku atau tutup buku saat ujian jika kita belajar bersungguh-sungguh, InsyaAllah kita akan lebih baik dalam penilaian.

Mudah-mudahan kita bisa lebih baik ke depannya


Salam....


Jakarta, 08 November 2012








Wednesday, November 7, 2012

Sikap Merendahkan Diri di Hadapan Tuhan & Sesama Makhluk-Nya



Salam...



Tidak ada yang lebih Tinggi dari pada Tuhan, Rabb Yang Maha Kuasa. Tuhan Yang Maha Sempurna mampu berbuat Adil kepada makhluk-Nya. Sebenarnya ini adalah pelajaran bagi manusia, bahwa Tuhan ingin makhluk ciptaan-Nya juga dapat berbuat Adil kepada sesamanya dan se-isi alam semesta ini. Tuhan mengajarkan kita untuk menempatkan segala sesuatu sesuai dengan tempatnya, sesuai dengan kadarnya, serta fungsi dan kebutuhannya.


Jika bukan karena Tuhan, kita tentu tidak akan ada dalam kehidupan dunia ini. Fikirkanlah akan kekuasaan-Nya, karena yang demikian adalah pelajaran yang baik bagi manusia untuk memikirkan tentang besarnya kuasa Illahi. Kita diajak untuk selalu merendahkan diri kita di hadapan Tuhan, agar kita tidak meninggikan diri kita dihadapan makhluk-Nya. Tiadalah yang demikian yang akan di lihat Rabb yang Maha Mengetahui, melainkan 'amalan kita dari apa yang telah kita perbuat dengan niat yang Ikhlas untuk membantu sesama makhluk-Nya. Jangan pernah meninggikan diri kita, karena itu akan lebih condong kepada sesuatu yang tidak sehat.


Mulailah untuk selalu merendah, karena kecenderungan itu akan lebih baik kepada orang-orang yang melihatnya. Tidak sedikit orang-orang yang belajar dari sesuatu yang rendah, meskipun yang tinggi ada dihadapan mereka.


Salam...


Jakarta, 07 November 2012



Monday, November 5, 2012

Semangat Belajar Menjadikan Mahasiswa Terampil dan Aktif



Salam...



Menjadi mahasiswa yang belajar di bangku perkuliahan tentu saja banyak mendapatkan pengalaman dari interaksi selama proses pendidikan berlangsung. Harapan setiap pendidik dan lembaga pendidikan tentunya mengharapkan para mahasiswa mampu mengikuti setiap materi perkuliahan dengan baik sehingga dapat menguasai ilmu yang disampaikan dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Belajar bukanlah mencari siapa yang benar dan siapa yang salah, mana yang benar dan mana yang salah. Tapi belajar adalah salah satu cara kita untuk memahami dan menganalisa setiap materi/permasalahan yang ada dan atau diajukan untuk mengasah otak kita terhadap persoalan apa yang sedang kita hadapi, sehingga kita mampu menyimpulkan suatu cara atau metode apa yang dapat menyelesaikan masalah tersebut. 


Jangan khawatir terhadap kekurangan (kemampuan) kita berfikir, karena kita semua dalam proses belajar. Jika kita terus berlatih membiasakan diri untuk belajar dari setiap permasalahan, mudah-mudahan kita semakin mendapatkan banyak pelajaran bagaimana cara mengatasi suatu permasalahan. Jadi, jangan takut salah dalam belajar, karena kita sedang melatih daya fikir kita untuk menganalisa suatu persoalan. Tanpa melatih diri, kemampuan kita tidak akan lebih baik dari sebelumnya.


Keaktifan seorang mahasiswa memberikan peluang besar bagi dirinya untuk terus belajar dan belajar dari banyak pengalaman, sehingga dia punya banyak peluang dan cara untuk menyelesaikan suatu masalah yang baru dari pengalaman-pengalaman sebelumnya.


Mahasiswa terampil tentunya menjadi harapan besar bagi bangsa ini, semoga kita diberikan kekuatan untuk terus belajar dari setiap permasalahan yang kita coba selesaikan. Jadikan semangat belajar kita sebagai gerbang untuk memulai diri menjadi Mahasiswa yang terampil dan aktif di manapun kita berada.



Salam...



Jakarta, 05 November 2012 


Sunday, November 4, 2012

Teladani Sisi Positif dari Para Pendidik


Salam...


Alhamdulillah, besok sudah mulai UTS (Usaha Terampil Sukses). Meskipun demikian bukan berarti menulis di blog yang sederhana ini jadi ikutan libur tanpa coretan. 


Penulis dalam setiap pertemuan pada perkuliahan selalu belajar dari para dosen pendidik; bagaimana mereka berkomunikasi dengan para mahasiswa/wi, bagaimana mereka menyampaikan materi, bagaimana mereka menjawab setiap pertanyakan dalam proses perkuliahan, dan bagaimana mereka disiplin terhadap waktu mereka dalam mendidik, seperti ketepatan waktu dari mulai masuk waktu belajar hingga selesai waktu perkuliahan.


Jangan kaget jika ada yang tidak sesuai dengan fikiran dan hati kita dari apa yang kita lihat dari para dosen pendidik. Ambil sisi positif dari setiap hal yang kita temukan dalam proses pendidikan, pertahankan niat kita untuk terus berusaha belajar. Kekurangan mereka menjadi tugas kita untuk memenuhinya dengan memberikan yang terbaik untuk pendidikan Indonesia hari ini dan di masa depan.


Lihat diri kita, belajarlah dari orang lain yang memberikan contoh pelajaran yang baik. Dari sanalah kita akan mendapatkan sisi positif dari diri kita sendiri yang juga dapat dijadikan contoh pelajaran yang baik oleh orang lain.


Salam...



Jakarta, 04 November 2012

Friday, November 2, 2012

Menjadi Mahasiswi/wa Calon Pendidik yang Memilki Inisiatif dalam Masa Perkuliahan


Salam...


Alhamdulillah... Kita masih diberikan Tuhan kesempatan untuk menimba (Ilmu) hingga sa'at ini. Ini wajib kita syukuri dengan memanfa'atkan sarana perkuliahan untuk berbagi informasi dengan sesama rekan/sahabat dan juga dosen pendidik di tempat kita menimba (Ilmu).


Saya menggunakan kata "menimba" karena memang menimba itu bukan pekerjaan yang ringan; perlu kesabaran, ketahanan, dan keuletan (bukan ulekan lho, meskipun sama capeknya :) ). Belajar dari pengalaman selama hampir 2 bulan di bangku kuliah, saya banyak belajar dari para dosen pendidik, rekan/sahabat di perkuliahan tentang banyak hal; mulai dari ilmu pada perkuliahan yang sedang dihadapi, cara dosen pendidik menyampaikan materi dan berkomunikasi, hingga etika bergaul di dalam suasana perkuliahan.


Setidaknya, kita sudah punya cukup bekal awal dalam meneruskan proses pendidikan di bangku kuliah ini setidaknya dengan adanya inisiatif kita untuk belajar mandiri sebagaimana biasanya, sehingga ada/ tanpa ada Dosen yang tidak hadir karena izin untuk sesuatu hal yang penting, kita tetap dapat belajar dan menyimpulkan setiap materi yang sedang di pelajari.


Memupuk kemandirian belajar dan inisiatif untuk mau berbagi informasi dalam ruang diskusi dalam proses perkuliahan hendaknya terus dipertahankan dan ditingkatkan, agar menjadi bekal kepada kita para calon pendidik di masa depan.


Demikian sedikit coretan kecil dari saya, semoga bermanfa'at bagi kita yang membacanya.

Selamat menunaikan UTS ( Usaha Terampil Sukses)


Salam...


Jakarta, 02 November 2012

Tuhan Sangat Mencintai Hamba-Nya Yang Mencintai Saudaranya



Salam...


Secara lahiriyah manusia terlahir suci ke dunia ini. Manusia diberikan Tuhan kelengkapan diri berupa akal untuk berfikir, hati untuk merasakan dan membenarkan apa yang telah difikirkan oleh akal, dan hawa nafsu untuk melaksanakan apa yang telah difikirkan oleh akan dan dibenarkan oleh hati dengan sebaik-baiknya.

Begitu cintanya Rabb Yang Maha Besar ini, manusia juga diberikan kelengkapan di luar dirinya agar dapat beraktivitas di dalam kehidupannya. Tuhan memberikan manusia sarana untuk hidup yakni bumi  yang ada di alam semesta ini dengan segala kelengkapan zat dan wujud yang ada di dalamnya  dan aturan yang benar sebagai alat ukur yang tepat untuk melakukan setiap perbuatan di dalam aktivitas hidup manusia.

Betapa besar cinta-Nya kepada kita manusia sepanjang kehidupan kita. Lalu, pelajaran apa yang dapat kita ambil dari apa yang telah diberikan Tuhan Yang Ahad kepada kita?

Hendaknya dan sepatutnya, Rasa cinta yang ditunjukkan Rabb Yang Maha Berkehendak ini menjadi pelajaran yang utama kepada kita manusia dalam beraktivitas. Tuhan membuktikan rasa citanya kepada manusia dengan tujuan ciptaan-Nya dapat hidup dengan layak, baik, dan sehat dalam suasana damai dan sejahtera. Maka, begitu pula hendaknya kita selaku ciptaan-Nya mau mencontoh Rabb yang telah memberikan yang terbaik kepada kehidupan kita ini.


Rasa cinta itu adalah rasa peduli seorang hamba Tuhan kepada hamba-Nya yang lain dan lingkungan yang ada disekitarnya karena adanya kesamaan fitrah dari Tuhan. Tuhan menghendaki hamba-hamba-Nya mendapatkan kesamaan kehidupan yang layak dan mendapatkan hak-hak yang sesuai sebagaimana yang telah ditetapkan Tuhan di dalam aturan-Nya.

Rasa peduli atas kesamaan fitrah dari Rabb Yang Maha Adil ini hendaknya disadari oleh setiap manusia yang juga dapat terjadi karena rasa kasihan dan rasa kebersamaan. Karena 2 hal tersebut merupakan jembatan dalam menuangkan rasa cinta seorang manusia terhadap manusia-manusia yang lain dalam mewujudkan kesamaan hak sebagai sesama makhluk Tuhan.


Dengan demikian, tanamkanlah rasa cinta kita selaku makhluk Tuhan yang memili akal kepada sesama manusia dan lingkungan sekitar untuk 1 tujuan yang mulia sebagaimana fitrah-Nya yang telah menjadikan manusia dapat hidup dengan layak dan sempurna di bumi ini.

Teruslah berbuat kebaikan, karena kebaikan itu adalah peringatan yang bermanfa'at bagi kita semua.



Salam...


Jakarta, 02 November 2012